• Sun. Oct 25th, 2020

Ersa Tri Wahyuni

The Accountant

Memasuki Tahun Tsunami Akuntansi 2020 : Catatan Untuk Investor

Byersa Tri Wahyuni

Oct 10, 2020

Memasuki tahun 2020, para akuntan dibuat gamang dengan berlakunya beberapa standar akuntansi besar yang dapat memengaruhi laporan keuangan dan proses bisnis perusahaan. Tahun 2020 adalah tahun penerapan PSAK 71 Instrumen Keuangan, PSAK 72 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan dan PSAK 73 Sewa. Setiap entitas yang menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK UMUM) wajib menerapkan ketiga standar ini mulai 1 Januari 2020. Ketiga standar ini bukan hanya sangat berbeda dengan pengaturan sebelumnya, namun juga dapat memiliki dampak signifikan terhadap laba perusahaan. Investor harus memahami bahwa untuk industri tertentu yang terkena dampak signifikan, wajah laporan keuangan perusahaan akan berbeda untuk laporan keuangan kuartal pertama 2020.

Laba Tergerus

Investor harus memahami bahwa penerapan standar akuntansi baru dapat berdampak negatif secara signfikan untuk laba perusahaan, namun bukan berarti kinerja riil perusahaan yang sebenarnya memburuk.  Bagi industri keuangan seperti bank dan multifinance, laba tahun 2020 dapat tergerus karena pencadangan yang meningkat akibat penerapan PSAK 71. OJK sudah meminta institusi keuangan untuk bersiap-siap menerapan PSAK 71 sejak beberapa tahun lalu. Perusahaan asuransi dapat bernafas lebih lega karena penerapan PSAK 71 masih opsional untuk perusahaan asuransi menunggu penerapan PSAK 71 Kontrak Asurasi beberapa tahun ke depan.  

Survey global pada

Perusahaan real estat yang fokus menjual high rise building seperti apartemen juga dapat terkena dampak signifikan karena perubahan penerapan standar akuntansi PSAK 44 Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate yang sangat spesifik untuk industri tersebut menjadi menerapkan PSAK 72 yang lebih “principle based” dan berlaku untuk seluruh industri. Dengan penerapan PSAK 72, syarat untuk mengakui pendapatan dengan metode persentase penyelesaian menjadi lebih sulit.